Jumat, 02 Desember 2011

SOFTSKILL

1. Perbedaan Pemrosesan File dan Sistem Basis Data
Pemrosesan File :
a. Timbulnya data rangkap (redundancy data) dan Ketidakkonsistensi data (Inconsistency  data).
b. Kesukaran dalam Mengakses Data.
c. Data terisolir (Isolation Data).
d. Masalah Pengamanan ( Security Problem ).
e. Apabila terjadi perubahan atau kesalahan pada program aplikasi maka pemakai tidak dapat
mengakses data.


Basis Data :
a. Terkontrolnya kerangkapan data
b. Terpeliharanya keselarasan (kekonsistenan) data
c. Data dapat dipakai secara bersama (shared)
d. Keamanan data terjamin
e. Terpeliharanya integritas data
2. Definisi Enterprise,Tuple dan Derajat (Degree):

  • Enterprise adalah suatu bentuk organisasi seperti bank, universitas, rumah sakit, pabrik dan sebagainya.
  • Tuple adalah kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entitas secara lengkap.
  • Derajat (Degree) adalah  jumlah atribut yang dimiliki oleh sebuah table atau relasi.

3. Model data berbasis record: 
  • Model data relasional (relational)
  • Model data hierarkhi (hierarchical)
  • Model data jaringan (network)
 4. Dua bahasa dalam DBMS : 

  • DDL (Data Definision Language)
DML merupakan satu paket DBMS yang memperbolehkan pemakai untuk mengakses atau memanipulasi data sebagaimana yang telah diorganisasikan sebelumnya dalam model data yang tepat, dengan DML dapat dilakukan :
  • DML ( Data Manipulation Language )

DDL merupakan satu paket bahasa DBMS yang berguna untuk melakukan spesifikasi terhadap skema basis data. Hasil kompilasi dari DDL adalah satu set tabel yang disimpan dalam file khusus yang disebut Data Directory/Dictionery.

5.  (A) Atribut
Atribut merupakan kolom pada sebuah relasi. Setiap entitas pasti memiliki aribut yang mendeskripsikan karakter dari entitas tersebut. Penentuan atau pemilihan atribut-atribut yang relevan bagi sebuah entitas merupakan hal penting dalam pembentukan model data. (gampangnya adalah atribut merupakan keseluruhan table tersebut )Contoh :pada table diatas, table tersebut anggaplah judulny jadwal uts. Yang memiliki keterangan-keterangan pada jadwal uts seperti  Kode_Matkul, Nama_Matkul, SKS, Semester, Waktu, Tempat, Nama_Dosen. Maka kesemua itu adalah atribut

(B) Tuple
Tuple merupakan baris pada sebuah relasi atau kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entitas secara lengkap. Satu record mewakili satu data atau informasi tentang seseorang. (gampangnya tuple adalah sub-judul dari sebuah table.) pada table diatas yang disebut tuple adalah: Kode_Matkul, Nama_Matkul, SKS, Semester, Waktu, Tempat, Nama_Dosen


(C) Domain
Kumpulan nilai yang valid untuk satu atau lebih atribut . (gampangnya domain adalah penjelasan atau isi dari sub-judul pada sebuah table) pada table diatas yang dimaksud domain adalah : IF-110 s.d. MA-115

(D) Derajat (degree)
Jumlah atribut dalam sebuah relasi. Atau panjangnya atribut. Pada table diatas, yang dimaksud derajat adalah 7 baris dan 5 kolom. Mulai dari Kode_Matkul s.d. Ir. Taufik Ismail

(E) Cardinalily
Jumlah tupel dalam sebuah relasi .(gampangnya jumlah keseluruhan baris dari sub-judul pada sebuah table) pada tabel diatas, cardinalily adalah 7 baris. Mulai dari sub-judul kode_matkul hingga Nama_dosen.

(F) Super key
Satu atribut / kumpulan atribut yang secara unik          mengidentifikasi sebuah tuple di dalam relasi ( gampangnya super key adalah sekumpulan tabel-tabel yang memiliki kaitan dengan sub-judul.) contoh: jika diatas adalah jadwal uts maka akan menjadi super key jika ada tambahan tabel yang berjudul nama-nama dosen.

(G) Primary key
Merupakan satu atribut atau satu set minimal atribut yang tidak hanya mengidentifikasikan secara unik suatu kejadian spesifik, tapi juga dapat mewakili setiap kejadian dari suatu entitas. Candidate key yang dipilih untuk mengidentifikasikan tuple secara unik dalam relasi. Setiap kunci candidate key punya peluang menjadi primary key, tetapi sebaiknya dipilih satu saja yang dapat mewakili secara menyeluruh terhadap entitas yang ada. (gampangnya prmary  key pada tabel diatas adalah IF-110 s.d MA-115.

Sabtu, 22 Oktober 2011

BASIS DATA


Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan, yang diorganisasi sedemikian rupa, sehingga kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat.. Kumpulan data yang saling berhubunganyang disimpan secara bersama tanpa adanya pengulangan (redudansi) data. Kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubunganyang disimpan

Komponen - komponen dalam basis data :
·         Perangkat Keras (Hardware)
Komputer, memori, storage (Harddisk), peripheral, dll.
·         Sistem Operasi (Operating System)
Program yang menjalankan sistem komputer, mengendalikan resourcekomputer dan melakukan berbagai operasi dasar sistem komputer.
·         Basis Data (Database)
Menyimpan berbagai obyek database (struktur tabel, indeks,dll)
·         DBMS (Database Management System)
Perangkat lunak yang memaintain data dalam jumlah besar.
·         Pemakai (User)
·         Aplikasi (perangkat lunak) lain.
Program lain dalam DBMS.



Contoh perusahaan yang menggunakan basis data adalah perusahaan Ritel ,  mereka menggunakan program basis data berupa SIA (System Informasi Akuntansi)
Berikut contoh Subsistem SIA di Perusahaan Ritel.
Subsistem ini dapat digunakan sebagai dasar pembuatan modul aplikasi SIA. Sebagai contoh, dari Revenue Cycle bisa dibuat modul penjualan dan cash receipt. Modul penjualan dan Cash Receipt ini digunakan untuk departemen penjualan. Bagian entri data, bertugas mengentri data transaksi penjualan, dan akuntan melakukan pengecekan piutang yang jatuh tempo, memposting jurnal terkait revenue ke modul buku besar. Hasil dari entri data transaksi di bagian penjualan, nantinya bisa menghasilkan laporan penjualan dan bisa diintegrasikan dengan subsistem lainnya untuk menghasilkan laporan keuangan.


Input Data
Untuk efisiensi & efektifitas penginputan data transaksi yang sifatnya berulang dan frekuensinya tinggi, maka SIA harus dirancang sesuai dengan trasaction cycle yang ada dalam perusahaan. Berikut contoh analisis perancangan SIA dalam contoh perusahaan ritel. Untuk revenue cycle, SIA harus bisa menampung data No Invoice, Tanggal Transaksi, Nama Barang, Jenis Barang, Jumlah Barang, Harga Jual, dan Jenis Pembelian Tunai/Kredit. Bila data-data tadi dibuat dalam tabel, maka hasilnya adalah:
Tabel Penjualan
No Invoice
Tanggal Transaksi
Nama Barang
Jenis Barang
Jumlah Barang
Harga Jual
Tunai/
Kredit
11/xx/11
12/12/12
Buku
Alat tulis
10
3000
Tunai
11/xx/22
12/12/12
Pensil
Alat tulis
5
2500
Tunai
12/xx/11
12/12/12
Lifebuoy
Sabun mandi
1
5000
Kredit
Tabel penjualan diatas masih belum memenuhi bentuk normal kedua (2NF) dan masih terdapat redudansi data. Oleh karena itu, tabel penjualan ini perlu dinormalkan. Hasil normalisasinya adalah sebagai berikut:
Tabel Penjualan
No Invoice
Tanggal Transaksi
Kode Barang
Jumlah Barang
Harga Jual
Tunai/
Kredit
11/xx/11
12/12/12
1A
10
Rp3000
Tunai
11/xx/22
12/12/12
1B
5
Rp2500
Tunai
12/xx/11
12/12/12
2 S
1
Rp5000
Kredit
Tabel Sediaan
Kode Barang
Nama Barang
Jenis Barang
Jumlah Barang
Cost
Supplier
Alamat
Supplier
1A
Buku
Alat tulis
10000
Rp1000
Koko
Jogja
1B
Pensil
Alat tulis
200000
Rp2000
Alva
Batam
2S
Lifebuoy
Sabun mandi
30000
Rp4000
Anjar
Jakarta
Setelah tabel penjualan memenuhi bentuk normal (tabel sediaan belum), maka tahap selanjutnya adalah membuat otomatisasi penjurnalan, sehingga setiap kali terjadi penjualan, end-user hanya perlu mengentry data kedalam tabel penjualan, tapi secara otomatis penjualan akan bertambah seiring dengan bertambahnya kas/piutang. Cara mengotomatisasikannya adalah (dalam Microsoft Access), menambahkan satu field tersembunyi yang diberi default value ‘kode akun penjualan’ dalam chart of account. Kemudian, mengubah field tunai/kredit sehingga hanya berisi pilihan kas/piutang. Bila transaksi penjualan selalu tunai, maka field ini diperlakukan sama dengan field kode akun penjualan yang tersembunyi, bedanya field ini diisi dengan kode akun kas.
Selain mencatat penjualan dan kas, sistem penjualan yang terintegrasi dengan sediaan akan secara otomatis juga mencatat pengurangan sediaan dan cost of good sold.


Query
Untuk menghasilkan laporan keuangan, maka data-data transaksi yang sudah diinput dalam sistem, harus diintegrasikan dan diquerykan. Kunci pengolahan query ada pada kode akun dan tanggal transaksi. Berikut logika query:


Dalam gambar diatas, dapat dilihat bahwa data-data transaksi dikelompokkan dalam query-query utama akuntansi yang digunakan untuk membentuk laporan keuangan. Pengelompokan ini berdasarkan grup kode akun.
Dibawah ini adalah query yang digunakan untuk membentuk laporan Laba/Rugi, dan query LR yang digunakan sebagai input untuk perubahan modal yang nantinya akan masuk ke neraca.



Sedangkan dibawah ini adalah query yang digunakan untuk membentuk Neraca:



Query-query diatas selain dikelompokkan berdasar kode akun, juga perlu dikelompokkan berdasar tanggal transaksi. Fungsinya adalah menghasilkan laporan keuangan pada periode tertentu atau pada tanggal tertentu. Misalnya: laporan laba/rugi bulan januari tahun 2008. Data-data yang masuk ke laporan ini dibatasi dengan grup kode akun Pendapatan dan Biaya, juga tanggal transaksi pada bulan januari 2008.

Kesimpulannya :
Sistem yang terdiri atas sekumpulan tabel datayang saling berhubungandan sekumpulan program(DBMS: Database Management System) yang memungkinkan berbagai user dan/atau program lain dapat mengakses dan memanipulasi tabel-tabel tersebut.

Sabtu, 02 April 2011

TAWURAN ANTAR PELAJAR

Maraknya tingkah laku agresif akhir-akhir ini yang dilakukan kelompok remaja kota merupakan sebuah kajian yang menarik untuk dibahas. Perkelahian antar pelajar yang pada umumnya masih remaja sangat mer ugikan dan perlu upaya untuk mencari jalan keluar dar i masalah ini atau setidaknya mengurangi.

TUJUAN
Tujuan pembahasan ini adalah mengetahui rangsangan atau pengaruh ter hadap
agresivitas yang dilakukan oleh remaja kota, membahas pengaruh identitas kelompok yang sangat kuat yang menyebabkan timbul sikap negatif dan mengeksklusifkan kelompok lain, mengetahui faktor-faktor apa sajakah yang memicu perilaku remaja kota ser ta mencar i penanggulangan yang tepat dalam menyikapi kenakalan r emaja kota.

Selain itu tujuan dari pada studi kasus sekarang ini secara umum adalah untuk menjelaskan fenomena tawuran antar pelajar baik dari segi atau faktor yang menyebabkan tawuran pelajar, motivasi para pelajar untuk ikut tawuran, dan bagaimana peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menghambat kekerasan yang ada di kalangan pelajar saat ini.

URAIAN KASUS

MOJOKERTO - Tawuran pelajar mewar nai pertandingan sepak bola antar siswa SMP di lapangan SMA Neger i Sooko. Akibat tawuran massal, dua pelajar SMP ter luka. Lapangan SMA Negeri I Sooko dijejali dengan supporter sepak bola dar i SMP Negeri I Sooko dan SMP Neger i I Gondang Kab Mojoker to. Dua sekolah ter sebut ber tanding sepak bola untuk memperingati har i Pendidikan Nasional.
Awalnya, pertandingan ini tampak menyenangkan. Bahkan, dukungan dari
masing-masing supporter tampak membuat pertandingan itu meriah, namun kondusif.

"http://www.scribd.com/doc/4057829/FENOMENA-TAWURAN-ANTAR-PELAJAR"

Minggu, 27 Februari 2011

Pemanasan Global

Pemanasan global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.

Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia" melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.

Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100. Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil. Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.

Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.

Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.




Perubahan cuaca dan lautan dapat berupa peningkatan temperatur secara global (panas) yang dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian, terutama pada orang tua, anak-anak dan penyakit kronis. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.

Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Mengapa hal ini bisa terjadi? Kita ambil contoh meningkatnya kejadian Demam Berdarah. Nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit ini memiliki pola hidup dan berkembang biak pada daerah panas. Hal itulah yang menyebabkan penyakit ini banyak berkembang di daerah perkotaan yang panas dibandingkan dengan daerah pegunungan yang dingin. Namun dengan terjadinya Global Warming, dimana terjadi pemanasan secara global, maka daerah pegunungan pun mulai meningkat suhunya sehingga memberikan ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak.

Degradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain.

Demikian besar pengaruh pemanasan global terhadap kesehatan kita. Masihkah kita menutup mata terhadap semua ancaman ini? Lets take action now!

sumber : www.wikipedia.com
http://www.andaka.com/pengaruh-pemanasan-global-terhadap-kesehatan.php

Senin, 10 Januari 2011

Dampak Teknologi dan Keuntungannya

Kemajuan yang telah dicapai manusia dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan sesuatu yang patut kita syukuri karena dengan kemajuan tersebut akan memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaan dan tugas yang harus dikerjakannya. Namun, tidak semua kemajuan yang telah dicapai tersebut membawa dampak positif. Diantara kemajuan yang telah dicapai tersebut ternyata dapat membawa dampak negatif bagi manusia. Dibawah ini akan dipaparkan dampak positif (keuntungan) dan negatif(kerugian) dari penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam bidang sosial, pendidikan, ekonomi, dan pemerintahan.


A. Dalam Bidang Sosial
Keuntungan :
Kemajuan teknologi komunikasi yang cepat dapat mempermudah komunikasi antara suatu tempat dan tempat yang lain.

Kerugian :
Dengan semakin pesatnya komunikasi membuat bentuk komunikasi berubah yang asalnya berupa face to face menjadi tidak. Hal ini dapat menyebabkan komunikasi menjadi hampa.Seseorang yang terus menerus bergaul dengan komputer akan cenderung menjadi seseorang yang individualis.Dengan pesatnya teknologi informasi baik di internet maupun media lainnya membuat peluang masuknya hal-hal yang berbau pornografi, pornoaksi, maupun kekerasan semakin mudah.Kemajuan TIK juga pasti akan semakin memperparah kesenjangan sosial yang terjadi di masyarakat antara orang kaya dan orang miskin.Maraknya cyber crime yang terus membayangi seperti carding, ulah cracker, manipulasi data dan berbagai cyber crime yang lainnya
Menurut Paul C Saettler dari California State University, Sacramento, Satu hal yang pasti, interaksi anak dan komputer yang bersifat satu (orang) menghadap satu (mesin) mengakibatkan anak menjadi tidak cerdas secara sosial.


B. Dalam Bidang Pendidikan
Keuntungan :
Informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah di akses untuk kepentingan pendidikan.Inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learning yang semakin memudahkan proses pendidikan.Kemajuan TIK juga akan memungkinkan berkembangnya kelas virtualatau kelas yang berbasis teleconference yang tidak mengharuskan sang pendidik dan peserta didik berada dalam satu ruangan.Sistem administrasi pada sebuah lembaga pendidikan akan semakin mudah dan lancar karena penerapan sistem TIK.

Kerugian :
Kemajuan TIK juga akan semakin mempermudahterjadinya pelanggaran terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) karena semakin mudahnya mengakses data menyebabkan orang yang bersifat plagiatis akan melakukan kecurangan.Walaupun sistem administrasi suatu lembaga pendidikan bagaikan sebuah system tanpa celah, akan tetapi jika terjadi suatu kecerobohan dalam menjalankan sistem tersebut akan berakibat fatal.Salah satu dampak negatif televisi adalah melatih anak untuk berpikir pendek dan bertahan berkonsentrasi dalam waktu yang singkat (short span of attention).


C. Dalam Bidang Ekonomi
Keuntungan :
Semakin maraknya penggunaan TIK akan semakin membuka lapangan pekerjaan.Bisnis yang berbasis TIK atau yang biasa disebut e-commerce dapat mempermudah transaksi-traansaksi bisnis suatu perusahaan atau peroranganDengan fasilitas pemasangan iklan di internet pada situs-situs tertentu akan mempermudah kegiatan promosi dan pemasaran suatu produk.

Kerugian :
Dengan mudahnya melakukan transaksi di internet menyebabkan akan semakin memudahkan pula transaksi yang dilarang seperti transaksi barang selundupan atau transaksi narkoba.Hal yang sering terjadi adalah pembobolan rekening suatu lembaga atau perorangan yang mengakibatkan kerugian financial yang besar.


D. Dalam Bidang Pemerintahan
Keuntungan :
Tenologi Informasi dan Komunikasi yang dikembangkan dalam pemerintahan atau yang disebut e-government membuat masyarakat semakin mudah dalam mengakses kebijakan pemerintah sehingga program yang dicanangkan pemerintah dapat berjalan dengan lancar.e-government juga dapat mendukung pengelolaan pemerintahan yang lebih efisien, dan bisa meningkatkan komunikasi antara pemerintah dengan sektor usaha dan industri.Masyarakat dapat memberi masukan mengenai kebijakan-kebijakan yang dibuaat oleh pemerintah sehingga dapat memperbaiki kinerja pemerintah.

Kerugian :
Semakin bebasnya masyarakat mengakses situs pemerintah akan membuka peluang terjadinya cyber crime yang dapat merusak system TIK pada e-government. Misalnya kasus pembobolan situs KPU ketika penyelenggaraan Pemilu oleh seorang cracker.

Sabtu, 08 Januari 2011

Membuat Kau Kembali

Hari yg indah, saat bersamamu
kini hanya tinggal serpihan
serpihan kecil, saat engkau pergi
meninggalkan, menjauh dariku

kini ku coba, untuk melupakan
waktu yg indah bersamamu
walau ku tau, ku tak berdaya
meninggalkan, menghapus jejakmu

Air mata yang ku curahkan
tak sebanding dengan, pengorbananmu
Dan luka yang ku goreskan
tak sedalam dengan, kasih sayangmu

walaupun ku tau
ku takkan pernah bisa
membuat kau kembali, kepangkuanku
hati ingin bertemu
jiwa ingin memeluk
Ku ingin membuat kau kembali

Created by : Hedrian Agha Wijaya Pratama and Novice

Puisi ini di buat oleh Hedrian Agha W.P. yang rindu akan ayahnya yang telah tiada,,,
berawal dari puisi ini kami personil NOVICE band yaitu Riphy Syaidiwan, Ahmad Jamhari, Muhammada Hasan Maulana, Ahmad Syahroni dan Hedrian sendiri menjadikan puisi ini sebuah lagu,,,
untuk mengingatkan kepada orang-orang yaitu jangan pernah menyakiti perasaan seseorang terlebih lagi orang tua sendiri, karena jika ia telah tiada tak ada hal lagi yang dapat dilakukan,,,

Puisi ini juga merupakan motivasi kami semua untuk buktiin sama orang-orang yang udah ninggalin kami kalau kami berlima akan jadi orang yang sukses meski kami ga bisa untuk membuat mreka kembali.